MANAJEMEN
MUTU
Mutu merupakan ukuran relatif dari kebendaan. Secara teknis mutu memiliki dua arti, yaitu
: 1. Sifat-sifat dari produk (barang atau
jasa) yang bergantung pada kemampuan untuk memuaskan dan 2. Kebebasan produk
(jasa atau barang) dari kekurangan. Sebenarnya mutu adalah kepuasan pelanggan.
Menurut Armand V. Feigenbaum (1989: 7) mutu adalah keseluruhan
gabungan karakteristik produk dan jasa dari pemasaran rekayasa, pembikinan dan
pemeliharaan yang membuat produk dan jasa yang digunakan untuk memenuhi
harapan-harapan pelanggan. Sedangkan menurut Supriono (2002: 377), mutu adalah
tingkat baik buruknya sesuatu.
Mutu dapat didefinisikan
sebagai tingkat keunggulan. Jadi mutu adalah ukuran relatif kebaikan. Secara
operasional, produk bermutu adalah produk-produk yang memenuhi harapan
pelanggan. Tidak ada definisi mutu yang dibuat secara universal namun dari
definisi-definisi yang diungkapkan para pakar mutu terdapat kesamaaan. Mutu
adalah ukuran yang dibuat oleh konsumen atas produk dilihat dari segala
dimensi, untuk memenuhi tuntutan kebutuhan, keamanan, kenyamanan serta
kemudahan konsumen.
Mutu
dilihat dari pandangan konsumen
yakni konsumen menilai mutu sebuah
produk (barang atau jasa) dari ketepatan penggunaan (fitness for use) dan
desainnya (quality of design). Fitness for use merupakan seberapa baik produk
atau jasa tersebut melaksanakan peran/fungsi utamanya. Quality of design
termasuk mendesain sifat-sifat mutu ke dalam produk (barang atau jasa).
Sedangkan
dari pandangan produsen
merupakan sebuah conformance yaitu seberapa tingkat kesesuaian produk atau jasa
yang dihasilkan dengan desain/ rancangan produsen. Dengan demikian Mutu dari
sisi produsen dapat diartikan sebagai berikut, yaitu
: ” Mutu suatu produk adalah keadaan fisik, fungsi
dan sifat suatu produk yang dapat memenuhi selera dan kebutuhan konsumen,
memuaskan sesuai nilai uang yang telah dikeluarkan”
.Dalam pengertian yang lebih luas,
Juran mengartikan mutu sebagai ”kinerja organisasi” secara keseluruhan yang“difokuskan secara sinergi pada kebutuhan dan
kepuasan konsumen/ pelanggan”. Dari sinilah mutu dipersepsikan sebagai Total
Quality Management.
Terdapat
tiga jenis mutu yang diakui menurut Leviene Ramsey
dan Berenson (Atkinson,et al.,1995: 48):
1.
Quality of design (mutu
rancangan)
Mutu rancangan merupakan
sebuah fungsi dari berbagai spesifikasi produk. Mutu rancangan berbeda-beda
antara produk yang satu dengan yang lain.
2.
Quality of conformance (mutu
kesesuaian)
Mutu kesesuaian adalah ukuran mengenai bagaimana mutu produk
memenuhgi berbagai persyaratan/spesifikasi yang telah dirancang . Dengan kata
lain tingkat optimal dicapai pada tingkat kesesuaian 100%.
3.
Quality of performance (mutu
kinerja)
Mutu
kinerja adalah kemampuan perusahaan mempertahankan tingkat kesesuaian dalam
jangka panjang.
Delapan
dimensi mutu adalah (Hansen dan Mowen, 1994: 433-434):
1.
Kinerja (Performance),
merupakan tingkat konsistensi dan kebaikan fungsi-fungsi produk
2.
Estetika (Aesthetic),
berhubungan dengan penampilan wujud produk
3.
Kemudahan perawatan dan
perbaikan (service ability), berhubungan dengan tingkat kemudahan merawat dan memperbaiki
produk
4.
Keunikan (features),
menunjukan karakteristik produk yang berbeda secara fungsional dari produk
sejenis
5.
Reliabilitas (Reliability),
berhubungan dengan probabilitas produk dan jasa menjalankan fungsi dimaksud
dalam jangka waktu tertentu
6.
Durabilitas (Durability),
menunjukan umur manfaat dari fungsi produk
7.
Tingkat kesesuaian ( Quality
of conformance), menunjukan ukuran mengenai apakah sebuah produk atau jasa
telah memenuhi spesifikasinya
8.
Pemanfaatan (fitness of
use), menunjukan kecocokan dari sebuah produk menjalankan fungsi-fungsi
sebagaimana yang diiklankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar