Senin, 14 Desember 2015

Customer Relationship Management (CRM)



Customer Relationship Management (CRM)
Persaingan bisnis saat ini tidak hanya bertumpu pada kualitas produk, melainkan lebih kepada kualitas layanan untuk mendorong pelanggan kembali membeli produk yang ditawarkan. Kualitas layanan tetap menjadi suatu yang sangat penting. Khususnya dalam menghadapi pelanggan yang membutuhkan level of excellence yang tinggi, Secara esensial baik pealanggan kelas atas menengah bahkan bawah sekalipun, membutuhkan pelayannan yang baik dan bermutu hanya saja tingkatannya yang berbeda-beda, dalam hal ini perusahaan dituntut untuk semakin mampu memberikan pelayanan yang benar-benar memiliki value yang setara dengan yang diharapkan oleh pelanggan apabila perusahaan tidak bisa menciptakan nilai terhadap pelanggan hal itu akan membuat pelanggan cenderung beralih ke pesaing lainnya.
Dengan membangun relasi yang baik dengan pelanggan akan lebih menguntungkan bagi perusahaan tetapi dalam membangun hubungan pelanggan tidaklah mudah, apalagi kalau jumlah pelanggan cukup banyak, hampir tidak mungkin perusahaan mampu memahami pelanggannya satu persatu dengan baik. Untuk itu dibutuhkan cara yang tepat sehingga perusahaan dapat dengan mudah memahami pelanggannya, cara terbaik adalah dengan membangun Customer Relationship Management.
Secara umum CRM dapat disimpulkan sebagai strategi dan usaha untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan Dalam arti luas, manajemen hubungan pelanggan adalah proses membangun dan memelihara hubungan pelanggan yang menguntungkan dengan menghantarkan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul.
CRM dapat pula disimpulkan sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran dan pelayanan yang terkoordinasi (Kalakota dan Robbinson 2001). CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh kontak yang terjadi anatara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut (Laudon dan Traver 2002).
Adanya teknologi menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan karena dengan adanya teknologi dapat membantu dalam pengoperasian CRM dimana data pelanggan atau konsumen bisa disimpan dalam suatu database beserta prilaku transaksi yang dilakukannya. Sebagai contoh pada suatu familly club atau club house memiliki sekian ratus anggota semua pelanggan disimpan datanya termasuk tanggal lahir dan lain sebagainya.
Ketika salah satu seorang anggota yang kebetulan berulang tahun melakukan chek-in, langsung pada saat itu juga petugas reseptsionis club house mengucapkan selamat ulang tahun kepada anggota club house tersebut. Itu salah satu contoh CRM kecil yang merupakan efek dari CRM dimana pelanggan  merasa dilayani secara personal. Ini akibat dari database pelanggan digunakan oleh perusahaan secara maksimal untuk menunjang CRM. Hal ini akan meningkatkan kredibilitas perusahaan dimata pelanggannya dan secara otomatis juga akan meningkatkan loyalitas terhadap produk yang ditawarkan perusahaan.
Dengan menggunakan CRM perusahaan dapat memperoleh manfaat yang sangat besar diantaranya :
·         Jumlah konsumen bertambah, yaitu mencari konsumen disamping tetap memelihara  tingkat kepuasan konsumen yang sudah ada
·         Mengetahui kebutuhan konsumen dimasa yang akan datang, yaitu  melalui hasil transaksi yang sudah dilakukan dan dari hassi; analisis data transaksi yang sudah terkumpul
·         Mengetahui perbaikan yang harus dilakukan  pada service yang diberikan kepada konsumen
·         Mengurangi resiko operasional, yaitu dengan mengetahui prediksi yang akan terjadi dan kesalahan yang pernah dilakukan  melalui customer history
Sebagai sistem CRM harus bisa menjalankan fungsi :
·         Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan
·         Menangani keluhan/ komplain pelanggan
·         Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
·         Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan


Oleh karena itu agar sebuah sistem CRM dapat menjalankan fungsinya, maka diperlukan :
ü  Perencanaan bisnis yang matang
ü  Mendefinisikan tujuan dan sasaran dari penerapan CRM
ü  Menentukan batasan-batasan dari CRM menurut strategi yang ditetapkan
ü  Menentukan standar aturan penanganan strategi berdasarkan informasi  dari system CRM seperti perubahan, perbaikan dan penetapan strategi
ü  Menentukan parameter dan standar pengukuran keberhasilan penerapan CRM
Konsep CRM akan membantu perusahaan mengenali pelanggannya. Hanya saja untuk bisa menjalankan pelayanan yang maksimal  perusahaan harus mau direpotkan. Mereka harus mengetahui data pelanggan seperti tanggal lahir, alamat, jumlah keluarga, penghasilan, anggaran dan kebiasaan belanja, produk favorit bahkan sampai hobi. Mengapa hal itu penting ? karena pelanggan adalah raja dan harus selalu dilayani secara istimewa.
Untuk bisa melayani pelanggan dengan baik, memang tidak gampang. Kalau jumlah pelanggan Cuma beberapa tidak masalah tetapi bagaimana jika jumlahnya ratusan, cara konvensional jelas tidak mungkin sebab akan membutuhkan banyak sumber daya dan tidak efesien, apalagi tuntutan pelanggan  kian hari kian bertambah. Pelanggan makin cerdas , kritis, dan punya banyak pilihan.
Ketika pengelolaan pelanggan kian komplek disinilah teknologi dibutuhkan. Dengan CRM perusahaan akan lebih mudah mengkonsolidasi dan menganalisis data pelanggan, serta menggunakannya sebagai wadah berinteraksi secara intens. Perusahaan lebih mudah mengetahui dan memahami lifetime value of customer dan memberikan layanan personal yang sempurna.
Teknologi pendukung CRM
Customer database
Sebuah sistem tak akan pernah berjalan dengan baik tanpa adanya databese. Begitu pula dengan CRM ini. Yang menjadi tulang punggung dari sistem ini tak lain dan tak bukan  adalah databese dari customer. Informasi yang diperoleh dari konsumen baik berupa interaksi  dengan perusahaan dan prospek kedepannya akan sangat berharga, termasuk juga informasi yang diperoleh dari order customer, informasi tentang support yang diberikan, request customer , complain, interview dan survey yang telah diberikan . bagi sistem CRM kesemua hal itu adalah  input yang sangat berharga bagi perusahaan.
Customer intelligence
Adalah sebuah upaya untuk mengkotak-kotakkan customer sesuai dengan needs dan kebutuhan masing-masing. Tentu saja hal ini bisa dilakukan  dengan bantuan software atau manual. Setelah itu dikotak-kotakkan kita akan dengan mudah memasukkan customer itu kedalam permainan strategi bisnis perusahaan. Contohnya adalah pembagian customer potensial, customer biasa, dan customer tak potensial. Ini akan memudahkan kita untuk mengetahui apakah customer itu cukup puas  atau tidak.
Customer capacity and competency development
Tujuan utama dari teknologi pendukung ini adalah continous improvment  yang memungkinkan perusahaan berada sedikit lebih dekat  dengan apa yang dimulai oleh customer. Sistem yang kompleks  memang dibutuhkan untuk mencapai hal ini, tapi bukan hanya itu saja, praktek langsung jauh lebih powerful untuk mencapai level kepuasan pelnggan yang diinginkan, kombinasi sempurna dari manusia dan teknologi akan menghasilkan satu core competencies  yang memungkinkan perusahaan terus berada didepan dalam kompetisi CRM.
Kesuksesan dalam memilih tools, teknologi, dan praktek langsung akan kemudian ditiru oleh perusahaan yang lain ketika kombinasi itu terbukti sukses. Hal ini akan menyebabkan perusahaan kita menjadi market leader dalam CRM. Tentu saja market leadr tak akan dapat dipertahankan lama bila tak ada perubahan dinamis didalam perusahaan yang disesuaikan dengan pergerakan keinginan customer
Bagaimana membangun CRM ?
Menurut kalakota dan robbinson (2001), tahapan CRM ada 3 yaitu :
1.      Mendapatkan pelnggan baru (acquire)
Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru dan pelayanan yang menarik
2.      Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang tealah ada (enhance)
Perusahaan berusaha menjalin hubungan dengan pelanggan melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap pelanggannya. Penerapan cross selling atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan (reduce cost)
3.      Mempertahankan pelanggan (retain)
Tahap ini merupakan usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan
Untuk membangun strategi CRM yang efektif, ada 4 langkah penting yang harus dilakukan yaitu :
ü  Mengidentifikasi karakteristik dari setiap pelanggan
ü  Membuat model dari nilai setiap segmen pelanggan
ü  Menciptakan strategi yang proaktif dan rencana pelaksanannya atau metode bisnisnya, yang dapat menjawab kebutuhan pelanggan, dimulai dengan segmen pelanggan yang paling potensial
ü  Mendesain ulang struktur perusahaan sepanjang diperlukan, proses kerja, teknologi  dan sistem penghargaan untuk pelanggan

Refrensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar